INFO KULIAH

MASA DPEN DIMULAI DARI SEKARANG

co

Myspace Graphics
Myspace Comments

5+0000VEDes445ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

STUKTUR PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS

STRUKTUR PENDIDIKAN TINGGI

Bentuk Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Akademi menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi, atau kesenian tertentu.

Politeknik menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

Sekolah Tinggi menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu.

Institut menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian yang sejenis.

Universitas menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian tertentu.

Jalur Pendidikan

Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu pendidikan akademik dan pendidikan profesional.

Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan.
Pendidikan akademik diselenggarakan oleh sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Pendidikan profesional adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu, serta mengutamakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan teknologi. Pendidikan profesional ini diselenggarakan oleh akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Pendidikan akademik menghasilkan lulusan yang memperoleh gelar akademik dan diselenggarakan melalui program Sarjana (S1-Strata1) atau program Pasca Sarjana. Program pasca sarjana ini meliputi program Magister dan program Doktor (S2 dan S3).

Pendidikan jalur profesional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan profesional yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2).

Program pendidikan sarjana dan diploma merupakan program yang dipersiapkan bagi peserta didik untuk menjadi lulusan yang berbekal seperangkat kemampuan yang diperlukan untuk mengawali fungsi pada lingkungan kerja, tanpa harus melalui masa penyesuaian terlalu lama.

Program pendidikan pasca sarjana S2 (Magister), S3 (Doktor), dan Spesialis (Sp1, Sp2) merupakan program khusus yang dipersiapkan untuk kegiatan yang bersifat mandiri. Pendidikan S2 dan S3 lebih menekankan pada penelitian yang mengacu pada kegiatan inovasi, penelitian dan pengembangan, Sedangkan pendidikan spesialis ditujukan untuk meningkatkan pelayanan bagi pemakai jasa dalam bidang yang bersifat spesifik.

6+0000VENov502ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TIPS MEMILIH PERGURUAN TINGGI

MEMILIH PERGURUAN TINGGI

Dari 1465+ perguruan tinggi swasta di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya dan prospek yang sudah anda tentukan. Coret PTS yang tidak memiliki program studi sesuai minat anda. Singkirkan PTS-PTS yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal anda sehingga biaya untuk kuliah di sana akan terlalu tinggi. Dengan demikian daftar yang anda miliki akan semakin pendek. Tetapi itupun mungkin masih cukup panjang sehingga memerlukan pendalaman lebih jauh. Faktor apa lagi yang perlu dilihat dari suatu perguruan tinggi untuk menentukan pilihan akhir anda?

Reputasi

Kalau saya harus memilih salah satu PTS tanpa melihat faktor-faktor internal lainnya, pertimbangan utama yang paling gampang saya gunakan adalah reputasi PTS tersebut. Reputasi di sini berarti PTS yang bersangkutan secara umum dikenal sebagai PTS yang baik, memiliki sarana belajar mengajar yang baik dengan fasilitas yang memadai. Lulusannya pun tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bahkan ada lulusan PTS yang menjadi rebutan perusahaan-perusahaan pemakainya.

Apakah tidak mungkin salah jika memilih PTS ini? Harus kita ingat, reputasi tidak datang dalam sekejap. Reputasi ini biasanya dibangun dengan kerja keras dan melalui proses yang panjang. Bisa saya katakan bahwa anda berada on the safe side jika memilih salah satu dari PTS-PTS ini. Bukan berarti lalu anda berhenti di sini saja. Masih ada hal-hal lain yang harus anda cermati.

Status Akreditasi

Status akreditasi ini adalah salah satu faktor yang paling sering digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Tidak terlalu salah memang, karena hal itu menunjukkan mutu/kemampuan PTS dalam menyelenggarakan suatu program studi. Status ini didapat setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan untuk itu, termasuk fasilitas pendidikan, nisbah dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan banyak hal lainnya. Masalahnya, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini, dan tampaknya banyak PTS yang menyadari dan memanfaatkan ketidaktahuan tersebut.

Yang terutama adalah: status akreditasi diberikan kepada program studi di suatu PTS dan bukan kepada PTS yang bersangkutan. Jadi sebetulnya tidak ada istilah PTS yang disamakan. Yang benar adalah (satu atau lebih) program studi di PTS tersebut statusnya disamakan. Mungkin saja PTS tadi memiliki 3 program studi (misalnya A, B, dan C), masing-masing dengan jenjang S1 dan D3. Kalau program studi A jenjang D3 saja (satu dari enam) yang memperoleh status disamakan, apakah tepat kalau PTS tersebut mengatakan statusnya disamakan?

Yang perlu anda ketahui juga, status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar, misalnya ujian negara atau penerbitan ijazah. Suatu program studi (sekali lagi bukan PTS) yang sudah dinyatakan terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berhak untuk menyelenggarakan sendiri semua kegiatannya. Artinya anda tidak lagi harus mengikuti ujian negara yang dilaksanakan oleh Kopertis, dan ijazah yang anda terima cukup disahkan oleh PTS tempat anda kuliah.

Sekali lagi, tanyakan dengan jelas status akreditasi program studi yang anda pilih. Jangan percaya begitu saja dengan klaim yang dikeluarkan oleh suatu PTS tentang statusnya. (Uraian yang lebih rinci tentang hal ini dapat anda lihat pada topik Akreditasi).

Jalur dan Jenjang Pendidikan

Berapa lama anda mau menghabiskan waktu di bangku kuliah? Secepatnya? Berapa cepat? Selain ditentukan oleh kemampuan anda, hal ini juga tergantung dari jalur/jenjang pendidikan yang anda ambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. (Untuk lebih lengkapnya silakan lihat Struktur Pendidikan Tinggi).

Dalam kaitannya dengan waktu, jenjang sarjana membutuhkan waktu lebih lama (minimal 8 semester) dibandingkan dengan jenjang diploma (2 semester untuk D1 – 6 semester untuk D3). Hal ini tentu sangat berpengaruh pada biaya yang harus anda sediakan. Banyak orang, yang karena keterbatasannya, lebih memilih jenjang diploma dengan harapan cepat lulus dan mendapat pekerjaan.

Perlu anda ketahui, jenjang diploma dirancang sebagai jenjang terminal. Artinya, lulusannya dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja, bukan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (walaupun sekarang ada yang disebut program lintas jalur, dari diploma ke sarjana). Ini berbeda dengan jenjang sarjana, yang membuka kesempatan lulusannya untuk terus mengembangkan ilmunya.

Hal lain yang harus anda perhatikan adalah tingkat persaingan di pasar kerja. Kalau banyak tenaga sarjana yang tersedia, perusahaan akan lebih memprioritaskannya dibandingkan lulusan diploma.

Gelar dan Sebutan

Sesudah anda lulus, anda akan mendapat ijazah dan salah satu dari ini: gelar akademis atau sebutan profesional. Yang pertama anda tentu tahu, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH), dan gelar lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik (jenjang sarjana).

Lalu bagaimana kalau kita menyelesaikan pendidikan jalur profesional (jenjang diploma)? Bukan gelar akademis (Sarjana Muda, misalnya) yang kita dapatkan, melainkan sebutan profesional seperti Ahli Madya Komputer (AMd Komp). Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat, dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Banyak yang masih menggunakan (dan lebih menyukai) istilah D3-Komputer. Anda yang menentukan, gelar atau sebutan yang ingin anda tambahkan di belakang nama anda.

Fasilitas Pendidikan

Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Bukan (hanya) itu yang dimaksud dengan fasilitas pendidikan. Fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bengkel, studio dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya saja, tetapi juga bagaimana menerapkannya di lapangan. Apalagi untuk jalur pendidikan profesional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada ketrampilan.

Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang anda perhatikan. Boleh saja PTS memasang foto-foto gedungnya yang megah, laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya anda coba menanyakan, kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut.

Kualitas dan Kuantitas Dosen

Perkembangan suatu PTS paling gampang dilihat dari jumlah mahasiswanya yang (selalu) bertambah. Ini sangat penting bagi PTS, karena mahasiswa adalah sumber utama (seringkali satu-satunya) pendapatan PTS. Dari merekalah PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas (memperbesar uang gedung dan uang kuliah) maupun kuantitas (menerima sebanyak mungkin mahasiswa).

Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya nisbah (rasio) antara dosen tetap dan mahasiswa sebesar 1:30 untuk bidang studi IPS dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Mungkin faktor dosen ini merupakan salah satu faktor paling sulit bagi suatu PTS, dan karenanya sering diabaikan atau direkayasa.

Pengabaian secara kuantitatif dilakukan dengan membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bisa juga suatu PTS memenuhi aspek kuantitas dosen tetap ini, tetapi dengan mengkompromikan kualitasnya. Misalnya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmunya, tidak terpenuhinya kepangkatan akademik dalam pengajaran atau bimbingan tugas akhir, dan lain sebagainya.

Perekayasaan positif terjadi dengan penggunaan dosen-dosen tidak tetap. Biasanya dosen tidak tetap ini memenuhi persyaratan kelayakan mengajar, seperti latar belakang pendidikan, gelar dan kepangkatan akademis dan profesionalismenya. Masalahnya, dosen-dosen ini hanya menyediakan waktu yang terbatas kepada mahasiswa sesuai dengan status tidak tetapnya. Bagi PTS, mereka tidak bisa disertakan dalam penghitungan nisbah dosen tetap dan mahasiswa sehingga tidak berpengaruh dalam penentuan status akreditasi.

Yang paling memprihatinkan adalah jika terjadi perekayasaan negatif. Dalam hal ini PTS berusaha dengan segala macam cara untuk memenuhi nisbah tersebut. Misalnya PTS masih mencantumkan nama dosen yang sudah tidak lagi menjadi dosen tetap di sana, atau nama seseorang tercantum sebagai dosen tetap di lebih dari satu PTS. Contoh lain adalah dengan cara meminjam nama. Seseorang yang memenuhi kualifikasi akademis “diangkat” sebagai dosen tetap dengan mendaftarkannya secara resmi ke instansi yang berwenang. Artinya, secara administratif seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan “dosen” tersebut juga menerima gaji dari PTS. Tetapi, keterlibatannya dalam kegiatan akademik hampir atau memang tidak ada sama sekali.

Sebelum anda mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S2, S3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor. Kualitas keilmuan anda sangat banyak ditentukan oleh mereka.

6+0000VENov501ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TENTANG AKREDITASI

AKREDITASI PERGURUAN TINGGI

Status akreditasi suatu perguruan tinggi merupakan cermin kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu program studi yang diselenggarakan. Saat ini terdapat dua jenis akreditasi yang diberikan oleh pemerintah kepada program studi di perguruan tinggi, yaitu:
1. Status Terdaftar, Diakui, atau Disamakan yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Swasta
2. Status Terakreditasi atau Nir-Akreditasi yang diberikan kepada semua perguruan tinggi (Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, dan Perguruan Tinggi Kedinasan).

Karena adanya dua status akreditasi yang sama-sama masih berlaku, saat ini terdapat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menyandang kedua-duanya untuk program studinya. Hal ini terjadi karena proses pemberian status akreditasi dilakukan melalui dua jalur yang berbeda sesudah terbentuknya Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebelumnya, penentuan status didasarkan pada SE Dirjen Dikti No. 470/D/T/1996.

Kemudian pemerintah menetapkan, untuk pelaksanaan akreditasi terhadap suatu PTS/Unit PTS, sepanjang belum pernah dievaluasi (diakreditasi) oleh atau melalui BAN-PT, akan tetap dilakukan berdasarkan peraturan tersebut diatas, tetapi manakala suatu PTS/Unit PTS telah pernah dievaluasi (diakreditasi) oleh atau melalui BAN-PT, maka selanjutnya pelaksanaan akreditasi terhadap PTS yang bersangkutan dilakukan dengan berpedoman pada kriteria atau Borang Akreditasi dari BAN-PT.
Sebelum terbentuknya Badan Akreditasi Nasional

Di dalam Pasal 52 Bab XI Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 disebutkan bahwa pemerintah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat dalam rangka pembinaan perkembangan satuan pendidikan yang bersangkutan. Tetapi sampai dengan terbentuknya Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) akreditasi ini hanya dilakukan terhadap Perguruan Tinggi Swasta saja, sehingga akreditasi didefinisikan sebagai suatu pengakuan pemerintah terhadap keberadaan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Penentuan/peningkatan Status Akreditasi PTS ini didasarkan pada SE Dirjen Dikti No. 470/D/T/1996 dengan pemberian status Terdaftar, Diakui, dan Disamakan kepada Program Studi di suatu perguruan tinggi. Status akreditasi tidak diberikan kepada lembaga, tetapi kepada masing-masing program studi yang ada di PTS yang bersangkutan. Dengan demikian, mungkin terjadi suatu PTS memiliki beberapa program studi dengan status akreditasi yang berbeda-beda.
Dalam melakukan penilaian terhadap program studi dilakukan akreditasi secara berkala, yaitu penilaian terhadap prasarana dan sarana, staf pengajar, maupun pengelolaan program pendidikannya. Perguruan Tinggi Swasta yang menjadi obyek akreditasi ini tidak statis, tetapi senantiasa berada dalam dinamika. Mungkin menjadi lebih baik karena kemajuan-kemajuannya, atau sebaliknya dapat pula menjadi mundur karena kegagalan-kegagalannya. Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu menetapkan masa berlaku status akreditasi yang diberikan kepada suatu program studi tertentu.
Masa Berlaku Status Akreditasi Program Studi Perguruan Tinggi Swasta

Status Masa Berlaku
Terdaftar 5 tahun
Diakui 4 tahun
Disamakan 3 tahun
Sesudah terbentuknya Badan Akreditasi Nasional
Pada bulan Desember 1994 dibentuk BAN-PT untuk membantu pemerintah dalam upaya melakukan tugas dan kewajiban melaksanakan pengawasan mutu dan efisiensi pendidikan tinggi. Pembentukan BAN-PT ini menunjukkan bahwa akreditasi perguruan tinggi di Indonesia pada dasarnya adalah tanggung jawab pemerintah dan berlaku bagi semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Hal ini sekaligus menunjukkan niat dan kepedulian pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan perguruan tinggi, melayani kepentingan masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Karena tidak lagi membedakan negeri dan swasta, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice).

Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu:
1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat
2. mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat.

Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi.
Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri atas:
1. Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
2. Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
3. Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
4. Kinerja perguruan tinggi
5. Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi program studi terdiri atas:
1. Identitas
2. Izin penyelenggaraan program studi
3. Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
4. Relevansi penyelenggaraan program studi
5. Sarana dan prasarana
6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
7. Produktivitas program studi
8. Mutu lulusan.

Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh 3 aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (25%), dan relevansi (25%).
Sesudah melalui penghitungan semua nilai kriteria, didapat peringkat akreditasi perguruan tinggi sebagai berikut:
Nilai dan Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi

Nilai Peringkat
0-400 NA
401-500 C
501-600 B
601-700 A
Mengingat jumlah perguruan tinggi yang menjadi sasaran saat ini lebih dari 1400, serta bentuk dan ragam program pendidikan yang diselenggarakan, akreditasi perguruan tinggi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT diawali dengan melakukan uji coba pada beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu program studi. Selanjutnya dilaksanakan secara berkala dan bertahap serta terus menerus.

Sumber : http://www.pts.ac.id

KOPERTIS (KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA)

Kopertis mempunyai tugas melaksanakan kebijaksanaan pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta secara operasional di wilayah kerjanya dengan mendapat bantuan teknis akademik dari perguruan tinggi negeri.
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Kopertis mempunyai tugas:
· melaksanakan bimbingan penyelenggaraan program Tri Dharma Perguruan Tinggi pada perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya;
· memberi dorongan dan saran-satan dalam rangka perguruan tinggi swasta sesuai dengan kebijaksanaan yang ditentukan Jenderal Perguruan Tinggi;
· memberikan bantuan sarana dan tenaga kepada perguruan tinggi swasta dalam rangka peningkatan kemampuan untuk mandiri;
· melaksanakan ujian negara bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya;
· melaksanakan pengendalian teknis dan pengayoman kepada perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya;
· melaksanakan tugas lain atas petunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

PEMBAGIAN WILAYAH KERJA KOPERTIS
Wilayah kerja Kopertis di Indonesia dibagi menjadi 12 wilayah yang mencakup 27 propinsi. Di luar Jawa, wilayah kerja Kopertis ini meliputi lebih dari satu propinsi.
Pembagian wilayah kerja selengkapnya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0135/O/1990 tanggal 15 Maret 1990 adalah sebagai berikut:
1. Kopertis Wilayah I: di Medan
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Sumatera Utara
2. Daerah Istimewa Aceh
2. Kopertis Wilayah II: di Palembang
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Sumatera Selatan
2. Lampung
3. Bengkulu
3. Kopertis Wilayah III: di Jakarta
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta
4. Kopertis Wilayah IV: di Bandung
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Jawa Barat
5. Kopertis Wilayah V: di Yogyakarta
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Daerah Istimewa Yogyakarta
6. Kopertis Wilayah VI: di Semarang
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Jawa Tengah
7. Kopertis Wilayah VII: di Surabaya
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Jawa Timur
8. Kopertis Wilayah VIII: di Denpasar
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Bali
2. Nusa Tenggara Barat
3. Nusa Tenggara Timur
4. Timor Timur
9. Kopertis Wilayah IX: di Ujung Pandang
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Sulawesi Selatan
2. Sulawesi Tenggara
3. Sulawesi Tengah
4. Sulawesi Utara
10. Kopertis Wilayah X: di Padang
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Sumatera Barat
2. Riau
3. Jambi
11. Kopertis Wilayah XI: di Banjarmasin
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Kalimantan Selatan
2. Kalimantan Barat
3. Kalimantan Timur
4. Kalimantan Tengah
12. Kopertis Wilayah XII: di Ambon
Wilayah kerjanya meliputi propinsi:
1. Maluku
2. Irian Jaya

sumber : http://www.pts.co.id

6+0000VENov500ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

AKREDITASI SEBAGIAN FAKULTAS S1 UGM

Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP)

Program Studi ———>Teknik Sipil (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 388
Tahun Kadaluarsa—–> 2009

Program Studi ———>Arsitektur (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 382
Tahun Kadaluarsa—–> 2011

Program Studi ———>Teknik Lingkungan (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 368
Tahun Kadaluarasa—-> 2010

Program Studi ———>Teknik Geomatika (S1)
Peringkat Akreditasi—> B
Nilai———————> 359
Tahun Kadaluarsa—–> 2011

Program Studi ———>Desain Produk Industri (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 390
Tahun Kadaluarsa—–> 27-12-2010

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

Program Studi ———>Teknik Mesin (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 390
Tahun Kadaluarsa—–> 2010

Program Studi ———>Teknik Elektro (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 387
Tahun Kadaluarsa—–> 2011

Program Studi ———>Teknik Kimia (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 375
Tahun Kadaluarsa—–> 2010

Program Studi ———>Teknik Fisika (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 374
Tahun Kadaluarsa—–> 2011

Program Studi ———>Teknik Industri (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 364
Tahun Kadaluarsa—–> 2011

Program Studi ———>Teknik Material (S1)
Peringkat Akreditasi—> B
Nilai———————> 323
Tahun Kadaluarsa—–> 2010

Fakultas Matematika & IPA (FMIPA)

Program Studi ———>Fisika (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 370
Tahun Kadaluarsa—–> 2009

Program Studi ———>Matematika (S1)
Peringkat Akreditasi—> B
Nilai———————> 344
Tahun Kadaluarsa—–> 2010

Program Studi ———>Statistika (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 365
Tahun Kadaluarsa—–> 2010

Program Studi ———>Kimia (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 375
Tahun Kadaluarsa—–> 2012

Program Studi ———>Biologi (S1)
Peringkat Akreditasi—> B
Nilai———————> 313
Tahun Kadaluarsa—–> 2012

Fakultas Teknologi Kelautan (FTK)

Program Studi ———>Teknik Perkapalan (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 389
Tgl. Kadaluarsa——–> 2012

Program Studi ———>Teknik Sistem Perkapalan (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 375
Tgl. Kadaluarsa——–> 2012

Program Studi ———>Teknik Kelautan (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 368
Tgl. Kadaluarsa——–> 2011

Fakultas Teknologi Informasi (FTIf)

Program Studi ———>Teknik Informatika (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 364
Tgl. Kadaluarsa——–> 2011

Program Studi ———> Sistem Informasi (S1)
Peringkat Akreditasi—> A
Nilai———————> 369
Tgl. Kadaluarsa——–> 2011

Source: BAN-PT

——————–

6+0000VENov493ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

KOMPOSISI SOAL UMB & SNMPTN

omposisi soal-soal tes masuk PTN

Catatan:
Tips ini bisa juga didengerin versi mp3nya di zeniusxpedia.com/tipsdansoal

Kalo elo belom tau test masuk PTN tuh apa aja, di sini gue bakal jabarin secara
general apa aja sih yang diujikan di tes masuk PTN…

Nah secara umum biasanya gue ngebaginya gini…

1. Psikotes (Biasanya tes IQ dan tes Psikologis)
2. TPA/TBS
3. Akademik dasar
4. Akademik IPA
5. Akademik IPS

OK gue mau jabarin dulu isi dari masing2x tes…

Psikotes tuh biasanya terdiri dari 2 bagian… test IQ yang jelas dari namanya
mau ngukur IQ elo di berbagai tipe kecerdasan, dan yang kedua Psychological profile test.. artinya profil psikologis elo mau diliat seperti apa, biasanya di sini
para pembuat test mau tau apakah elo cocok di suatu jurusan atau apakah elo
punya mental tertentu yang dibutuhkan untuk lulus dan sukses di PTN tersebut

Berikutnya adalah TPA atau TBS, tes potensi akademik atau tes bakat skolastik,
dari namanya di sini elo akan diuji apakah elo punya potensi atau bakat untuk
belajar… tes utama yang dilakukan biasanya adalah tes kecerdasan dasar seperti penalaran analitis, verbal, matematis, geometris, atau sejenisnya…

Selanjutnya ya test akademik, kalo ini sih elo udah biasa… akademik dasar
tuh biasanya isinya matematika, bhs inggris, dan bhs indonesia, akademik ipa
ya fisika, kimia, biologi, mat ipa trus kalo ips ya ekonomi, sejarah, dan geografi.

trus elo juga kan udah tau, sekarang tuh tiap universitas biasanya punya tesnya
masing-masing, di sini gue sebut aja tes mandiri itu UM ok…
berdasarkan pengalaman pemakai xpedia tuh ikut testnya USM ITB, UM UGM, UNDIP, UNPAD, UMB UI-UNJ-USU-UNHAS, dan UM UNAIR…

karena tes yang diikutin biasanya cuma untuk universitas yang di atas,
jadi di sini gue jabarinnya tes-tes mandiri untuk universitas di atas aja ya
plus SNMPTN tentunya…

Nah sekarang gue mulai dulu untuk SNMPTN, kebetulan format tes SNMTPN sama dengan format testnya UMB, jadi jumlah dan komposisi soalnya persis sama kayak gini:

Hari pertama:

1. Matematika dasar 25 soal
2. Bhs Indonesia 25 soal
3. Bhs Inggris 25 soal

Hari kedua IPA:

1. Matematika IPA 15 soal
2. Fisika 15 soal
3. Biologi 15 soal
4. Kimia 15 soal
5. IPA terpadu 15 soal

Hari kedua IPS:

1. Ekonomi 20 soal
2. Sejarah 20 soal
3. Geografi 20 soal
4. IPS Terpadu 15 soal

Dari sini elo bisa liat bahwa testnya UMB & SNMPTN murni tes akademik,
ada akademik dasar, IPA, dan IPS…

Nah yang biasanya isi testnya beda tuh USM ITB, UM UGM, SMUP, UNDIP, dan, UNAIR..

biasanya mereka punya psikotest dan TPA/TBS…

Kalo psikotest itu beda-beda dan sangat tergantung dari psikolog yang ngadain testnya, kalo TPA/TBS biasanya isinya seperti ini:1. Kemampuan menginduksi dengan deret angka, huruf, atau gambar
2. Kemampuan menghimpun biasanya testnya pake diagram venn
3. Kemampuan logika dasar ada logika proposisi, kuantor, dan general analytical test
4. Kemampuan dasar matematis dalam bentuk aritmatika, estimasi, geometris dan general
5. Kemampuan dasar matematis juga bisa dalam bentuk grafik dan diagram
6. Kemampuan dasar verbal seperti sinonim, antonim, analogi, dan ada juga critical reading

Susah-susah ya keliatannya…? Hehehe, tenang aja…
Nah untuk contoh-contoh soalnya elo bisa liat nanti di xpedia, kita punya banyak
soal dan teori untuk elo supaya elo siap ngadepin jenis test kayak gitu (TPA/TBS).

Btw, TPA dan TBS ini biasanya ngga pernah diajarin loh di sekolah, jadi ya soalnya emang keliatan gampang tapi sebenernya banyak jebakannya, kalo elo udah tau teorinya nah biasanya elo akan mantep ngerjainnya… kalo mau tau kayak apa soalnya dan mau belajar teorinya, di Xpedia gue bakal kupas abis TPA/TBS ini di CD Basic skills dan TPA/TBS.

Nah yang serunya tuh gini… elo kan udah gue kasih tau sebelumnya bahwa tes seleksi beda banget konsepnya sama tes evaluasi… di tes seleksi ini para pembuat soal maunya elo bisa diseleksi pake tes2x ini supaya ketahuan mana yang cerdas supaya akhirnya bisa sukses di PTNnya mereka…

Nah sekarang gimana caranya untuk bisa lulus??
yang pasti jaman sekarang mah elo udah susah kalo mikir untuk ngakalin testnya, menurut gue cara yang paling tepat adalah emang elo harus berusaha untuk jadi orang yang sesuai dengan kriteria mereka… artinya elo harus jadi cerdas, harus punya mental yang ok, dan yang pasti punya dasar akademik yang solid…

kenapa mesti repot kayak gitu?

Karena berdasarkan pengalaman gue ngajar 5 tahun, ternyata mereka2x yang berusaha ngakalin sistem dengan cara belajar yang salah (cara cepat, ngapal rumus, ikutin trik2x yang dasar logikanya nggak kuat) malah akhirnya susah diterima di mana2x, nah daripada capek2x cari2x cara yang nggak bener ya mending ikutin aja jalan yang bener..

UNTUNGNya sekarang di zenius xpedia kita udah bikin suatu sistem yang emang ditujukan buat elo yang mau masuk PTN… jadi sistem kita terdiri dari 4 step penting…..

yang pertama bagian mental building yang ngebuat elo punya mental dan arahan yang ok,
yang kedua bagian thinking platform untuk bikin elo cerdas dan bisa mikir bener,
yang ketiga bagian review teori supaya elo jadi nguasain teorinya mantep banget, dan yang keempat bagian latihan soal supaya elo jadi jago di tiap pelajaran…

Jadi gue sekarang berani JANJI, bahwa dengan xpedia bukan cuma ningkatin kemungkinan untuk lulus, tapi elo akan ngerasa elo makin cerdas dalam berpikir trus juga kita berusaha bahwa setiap materi yang kita buat harus menarik dan gak ngebosenin…
menariknya bukan cuma dari bahasanya yang nyantai tapi juga penjelasannya harus jelas abis, dan caranya juga harus ajaib dan beda tapi dengan dasar konsep yang mantap..

so… tunggu apa lagi.. langsung aja belajar pake xpedia dari sekarang, biar
elo makin cerdas dan bisa lulus masuk ke PTN yang elo mau…

4+0000VENov469ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

INFO UMB n’ SMPTN

Konsep dasar tes seleksi masuk PTN

Catatan:
Tips ini bisa juga didengerin versi mp3nya di zeniusxpedia.com/tipsdansoal

Halo, nama gue sabda, dulu gue kuliah di informatika ITB, di Zenius Xpedia ini gue yang bakal jadi mentor dan guide elo supaya elo bisa tembus ke jurusan dan PTN yang elo tuju baik lewat jalur SNMPTN atau lewat jalur Ujian mandiri di tiap-tiap universitas.

Tiap minggu hampir pasti gue bakal kasih elo tips2x dan strategi2x yang gue harap bisa bener-bener ngebantu elo untuk ngewujudin cita-cita loe untuk masuk jurusan dan PTN impian loe.

Nah, untuk kali ini gue mau jelasin dulu konsep dasar tes seleksi masuk dan apa bedanya sama tes-tes lain yang pernah atau akan elo jalanin seperti tes blok, ulangan harian, atau UN.

Kenapa gue mesti ngejelasin ini dulu?? Karena konsepnya beda banget, jadi butuh strategi yang juga beda, nah kalo elo salah strategi belajar kan sayang tuh, nanti bisa aja elo di UN sukses tapi pas tes masuk PTN malah gagal, elo nggak mau dong gagal di tes masuk PTN…

Jadi gini, di dalam konsep pendidikan ada 2 jenis tes besar, yang pertama adalah tes evaluasi, dan yang kedua adalah tes seleksi…

Tes evaluasi contohnya UN dan ulangan harian atau tes formatif, tes ini tujuannya adalah seberapa jauh elo udah nguasain materi yang dikasih di kelas. Jadi tujuan dari tes ini adalah seberapa jauh sih elo udah ngerti apa yang udah dijabarin sama kurikulum nasional.

Tujuan dari jenis tes evaluasi ya jelas untuk elo, guru, atau pemerintah supaya bisa mengukur seberapa sukses sih sistem pendidikan atau sistem belajar mengajar yang diterapin di sekolah-sekolah.

Nah kalo tes seleksi itu beda lagi, dari sifat dasarnya aja udah beda banget… tujuan dari tes seleksi adalah untuk menyeleksi dari sekumpulan siswa terus diambil sebagian dari siswa-siswa tersebut.

Misalnya ITB mau nerima 1000 mahasiswa dari tes USM-ITB, terus yang ikut tes 5000 siswa, berarti ITB mengadakan tes seleksi USM-ITB untuk menyaring 1000 dari 5000 siswa.

Tujuan dari tes seleksi jelas adalah untuk menyeleksi, jadi sang penyelenggara tes berhak untuk buat soal dengan kisi-kisi atau tipe apa pun yang mereka suka yang mereka anggap bisa efektif untuk dijadiin alat saringan mereka.

OK, sekarang kalo gitu apa efeknya buat elo…

Pertama…

Tes evaluasi biasanya lebih gampang dikerjain, lebih jelas cara ngerjainnya, dan udah jelas terdeskripsikan dengan baik kisi-kisi atau tipe-tipe soalnya. Jadi pelajarannya udah jelas nih, target yang harus dipelajarin juga jelas, dan biasanya nggak butuh trik-trik atau kreativitas terlalu banyak.

Nah kalo tes seleksi, karena tujuannya adalah menyeleksi maka justru soalnya bisa bervariasi macem-macem, biasanya bahannya sih lebih sedikit dari UN, tapi variasi soalnya justru bisa lebih dasyat.

Kenapa begitu? Karena mereka mau menyeleksi siswa yang cocok dengan kriteria mereka, jadi justru mereka ngga suka kalo kisi-kisi atau tipe soalnya ketawan, yang mereka cari justru siswa yang kreatif yang bisa melakukan pemecahan masalah secara seketika dengan menggunakan konsep-konsep yang udah dipelajarin sebelumnya.

Jadi tes seleksi biasanya soalnya lebih variatif (walaupun bahannya lebih terbatas), dan yang terpenting tipe soalnya menuntut lebih banyak pemikiran kreatif dan BUKAN Cuma sekedar apal rumus atau apal cara.

Kedua

Tes evaluasi itu didesain supaya elo emang bisa ngerjain, karena materinya emang udah dipelajarin. Jadi semua orang maunya elo lulus tes evaluasi, karena semua orang berkepentingan untuk ngebuat elo lulus, ya elo, ya orang-tua loe, ya guru loe, atau pun pemerintah semuanya pengen elo lulus.

Kalo tes seleksi, sesuai namanya ya pasti ada persaingan, jadi banyak orang-orang yang berkepentingan justru untuk ngebuat elo gagal, supaya mereka menang dalam bersaing…

Jadi inti dari tes seleksi adalah PERSAINGAN!! Inget ya, konsep ini penting banget untuk dimengerti bener-bener, karena kalo UN elo misalnya dapet nilai 5 itu udah lulus, di tes persaingan standard masuk atau passing gradenya bisa berubah-ubah tiap tahunnya, tergantung dari tingkat persaingan tahun itu…

Misalnya gini, dulu masuk FKUI 60% skor udah bisa diterima, tapi sekarang bisa aja naek jadi 65%.

Trus ada lagi, biasanya elo kan seneng tuh kalo soalnya yang keluar ternyata gampang, berarti elo bisa ngerjain. Tapi jangan salah, kalo soalnya gampang ya bisa aja yang laen juga bisa ngerjain, jadinya bisa aja passing grade yang tadinya 50% naek jadi 55% karena soalnya gampang.

Dengan konsep persaingan seperti ini, berarti bisa aja elo dapet nilai 70% tapi nggak dapet jurusan yang elo mau karena yang lainnya nilainya 75% semua.

OK jadi kebayang kan?

Nah untuk sementara, gue belom ngasih tips, tapi baru konsep dasarnya dulu… sering-sering dateng ke website untuk ngeliat tips2x selanjutnya atau tips2x yang dulu-dulu yaa…

Saran gue sih, kalo emang elo mau masuk, ya belajarnya mulai dari sekarang, supaya elo bisa colong start dari yang laennya, karena gini… kalo elo fokus untuk belajar SNMPTN dari sekarang nah biasanya itu ngebantu elo dalam ujian harian, ngebantu elo dalam UN, atau tes-tes lainnya, karena soal2x tipe SNMPTN jauh lebih susah dari UN.

Oh iya, elo tau dong bahwa soal2x tipe SNMPTN dan UM itu justru 60-70% adalah bahan yang diambil dari kelas 1 & kelas 2 atau bahan yang ngga pernah dipelajarin sebelumnya di SMA, jadi PENTING banget buat elo mulai nge-review semua teori-teori di kelas 1,2 atau yang belom pernah dipelajarin sebelumnya DARI SEKARANG!!! Biar ngga nyesel dan ngga telat nantinya…

Nah kalo elo butuh bantuan untuk nge-review teori, di Zenius Xpedia ada tuh sekitar 20an CD IPA dan IPS yang khusus untuk ngereview dari awal lagi teori-teori penting yang keluar di tes masuk PTN sama soal-soal dan pembahasannya untuk tiap-tiap bab supaya elo bener-bener mantep nguasain konsepnya dan jadi jago kalo soalnya nanti bervariasi.

OK dari gue sementara ini dulu ya… jangan lupa liat juga website kita http://www.zeniusmultimedia.com kalo elo mau beli CD-nya secara satuan.

Buat yang belom tau Xpedia, liat aja websitenya http://www.zeniusxpedia.com

Jangan lupa datengin http://www.zeniusxpedia.com/tipsdansoal untuk dapet soal2x gratis dan tips kayak gini yang versi mp3nya, jadi elo bisa tinggal dengerin.

4+0000VENov466ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

passing grade tahun 2007

PASSING GRADE 2008
Passing Grade merupakan acuan tidak resmi batas nilai minimum yang harus dicapai peserta SNMPTN untuk bisa masuk ke suatu jurusan yang diminati pada sebuah PTN. Passing grade tidak bisa dijadikan patokan mutlak diterima atau tidaknya seseorang masuk PTN.

MENGHITUNG PERSENTIL PASSING GRADE
PG = (Skor Total SNMPTN/600) x 100

berikut ini passing grade 2007 semua jurusan untuk beberapa PTN terkemuka di Indonesia yaitu UNSRI,ITB,UI,UNPAD,UGM,UNDIP,ITS,UNAIR,UNIBRAW, UNSYIAH dan USU.

Universitas Sriwijaya (UNSRI)
1.Teknologi Hasil Perikanan 27.50
2.budidaya perairan 30.20
3.Tek. sipil 38.16
4.Tek. mesin 37.44
5.Tek. elektro 38.02
6.arsitektur 37.12
7.Tek. hasil pertanian 27.91

8.Pendidikan Dokter 50.45
9.Agronomi 28.47
10.Tek. Hasil pertanian 34.88
11.Ilmu hama&peny. T. 27.33
12.Ilmu Kelautan 30.88
13.Bio 32.50
14.Fis 29.70
15.Kim 32.25
16.Mat 31.22
17.Ilmu tanah 28.16
18.Agrobisnis 33.17
19.Penyuluhan pertanian 32.50
20.Nutrisi ternak 28.61
21.Kesehatan Masyarakat 38.50
22.Ilmu Keperawatan 38.44
23.Kedokteran Gigi 40.36
24.Pendidikan Fisika 32.69
25.Pendidikan Kimia 32.05
26.Pendidikan Matematika 34.25
27.Tek. pertanian 33.25
28.Pendidikan Biologi 34.88
29. Teknologi Hasil Pertanian31.16
30. Teknik Kimia 37.34
31. Teknik Arsitektur 36.56
32. Sistem Informasi 38.98
33.Sistem Komputer 37.78
37. Teknik Informatika 41.55
38. Teknik Pertambangan 38.98
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) – BANDUNG
1. Tek. Kimia 52.85%
2. STEI 51.67%
3. Tek. Industri 50.96%
4. Fak. Framasi 47.98%
5. Tek. Mesin 45.45%
6. Tek. Arsitektur 44.88%
7. FTPP 43.58%
8. FTSL 43.54%
9. Tek. Penerbangan 40.74%
10. Tek. Fisika 39.78%
11.Tek. Material 38.86%
12. Tek. Planologi 37.35%
13. FITK 36.81%
14. FMIPA 36.62%
15. Fak. Saintek Hayati 35.88%
UNIVERSITAS INDONESIA – JAKARTA
1. Pend.Dokter 53.60%
2. Tek. Elektro 49.01%
3. Tek. Industri 48.90%
4. Tek. Kimia 48.50%
5. Ilmu Komputer 46.86%
6. Tek. Mesin 46.50%
7. Farmasi 44.10%
8. Arsitektur 43.52%
9. Sistem Informasi 43.21%
10. Tek. Metalurgi & Material 43.16%
11. Tek. sipil 42.50%
12. Tek. Perkapalan 41.52%
13. Pend. Dokter Gigi 41.10%
14. Ilmu Keperawatan 40.50%
15. Kesehatan Masyarakat 40.44%
16. Tek. Komputer 40.21%
17. Tek. Lingkungan 39.45%
18. Kimia 39.10%
19. Biologi 36.80%
20. Fisika 36.50%
21. Matematika 35.45%
22. Geografi 33.25%
UNIVERSITAS PADJADJARAN – BANDUNG
1. Pend. Dokter 52.28%
2. Farmasi 45.01%
3. Psikologi 43.92%
4. Pend. Dokter Gigi 43.25%
5. Ilmu Keperawatan 38.10%
6. Statistika 37.75%
7. Tek. Pangan 36.24%
8. Matematika 25.63%
9. Biologi 34.82%
10. Tek. Geologi 34.71%
11. Agribisnis 34.71%
12. Kimia 34.71%
13. Fisika 32.93%
14. Tek. Pertanian 32.72%
15. Ilmu Kelautan 32.42%
16. Peternakan 30.06%
17. Pemuliaan Tanaman 29.09%
18. Agronomi 29.04%
19. Ilmu Tanah 29.04%
20. Perikanan 28.78%
21. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 28.03%
UNIVERSITAS DIPONEGORO – SEMARANG
1.FK48.81
2.Tek. sipil 41.02
3.Tek. kimia 39.82
4.mat 46.22
5.Tek. mesin 33.77
6.manj. SD perairan 43.16
7.nutrisi ternak 29.75
8.produksi ternak 31.50
9.Tek. elektro 48.50
10.kesehatan masyarakat 39.16
11.ilmu kelautan 34.44
12.bio 33.22
13.kim 33.11
14.fis 34.33
15.Tek. planologi 41.16
16.budi daya perairan 30.10
17.pemanf. SD perikanan 28.05
18.Tek. indutri 47.19
19.Tek. lingkungan 43.16
20.sosek peternakan 27.36
21.t. hasil ternak 32.16
22.ilmu keperawatan 37.08
23.oseanograf 34.02
24.tek. Hasil perikanan 32.10
25.gizi masyarakat 29.78
26.statistika 29.13
27.Tek. perkapalan 38.42
28.Tek. geologi 29.24
29.ilmu komputer 35.52
30.Tek. geodesi 29.32
UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM) – YOGYAKARTA
1. agronomi 33.40 %
2. ilmu hama dan peny. Tumbuhan 31.10 %
3. pemuliaan tanaman 32.20 %
4. budi daya perikanan 35.20 %
5. agrobisnis 35.80 %
6. manj. SD perikanan 33.20 %
7. teknologi hasil pertanian 33.45 %
8. ilmu tanah 32.75 %
9. farmasi 42.31 %
10. farmasi obat alami 35.75 %
11. fisika 31.03 %
12. geofisika 33.30 %
13. elektonika&instrumen. 39.75 %
14. Kimia 36.70 %
15. Mat 35.94 %
16. FK 50.20 %
17. Ilmu keperawatan 38.60 %
18. Gizi kesehatan 37.70 %
19. Dokter gigi 43.85 %
20. Dokter hewan 38.69 %
21. Nutrisi& makanan ternak 30.00 %
22. Prod ternak 32.25 %
23. Sosek peternakan 33.45 %
24. Teknologi hasil ternak 34.60 %
25. Tek. pertanian 38.11 %
26. arsitektur 41.11 %
27. Tek. industri 50.20 %
28. Tek. geodesi 37.60 %
29. Tek. geologi 37.15 %
30. Tek. kimia 47.12 %
31. Tek. elektro 49.15 %
32. Tek. mesin 45.26 %
33. Tek. sipil 42.10 %
34. Tek. nuklir 42.80 %
35. Tek. pertanian 37.80 %
36. tek. Hasil pertanian 38.11 %
37. tek industri pertanian 35.16 %
38. ilmu komputer 47.86 %
39. statistika 39,30 %
40. manj. Hutan 37.54 %
41. budi daya hutan 30.00 %
42. konsv. SD hutan 29.60 %
43. budidaya hutan 31.00 %
44. biologi 35.20 %
45. geografi 26.22 %
46. geofisika 33.10 %
47. elektronika&instrumen 37.69 %
48. agronomi 35.55 %
49. pemuliaan tanaman 32.83 %
50. ilmu tanah 33.52 %
51. agrobisnis 35.10 %
52. ilmu hama 31.66 %
53. penyuluhan pertanian 27.80 %
54. nutrisi ternak 31.94 %
55. produksi ternak 32.50 %
56. sosek. Peternakan 31.52 %
57. tek. Hasil ternak 27.69 %
58. budidaya Perairan 32.33 %
59. tek hasil perikanan 28.75 %
60. manj. SD perairan 29.54 %
61. Tek. fisika 43.21 %
62. Tek. industri 45.24 %
63. ilmu keperawatan 33.54 %
64. fisika teknik 40.75 %
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) – SURABAYA
1.Tek. sipil 45.25
2.Tek. mesin 48.27
3.Tek. elektro 48.51
4.Tek. kimia 47.50
5.Tek. perkapalan 43.47
6.arsitektur 45.77
7.Tek. fisika 40.19
8.Tek. lingkungan 43.80
9.Tek. kelautan 38.50
10.Tek. sistem perkapalan 39.47
11.mat 36.11
12.fis 33.69
13.kim 34.16
14.statistika 37.15
15.Tek. perkapalan 38.48
16.Tek. informatika 5.36
17.Tek. industri 49.94
18.desain prod. Industri 33.22
19.biologi 33.22
20.Tek. material 34.22
21.Tek. geodesi 34.50
22.sistem informatika 40.15
23.perenc. Wil dan kot 37.15
UNIVERSITAS AIRLANGGA – SURABAYA
1.FK 45.25
2.Dokter gigi 38.00
3.Farmasi 39.50
4.Kedokteran hewan 37.25
5.Matematika 33.68
6.Biologi 34.80
7.Fisika 33.50
8.Kimia 33.89
9.Kesehatan masy. 36.45
10.Ilmu keperawatan 38.50
11.Budidaya perairan 33.69
UNIVERSITAS BRAWIJAYA – MALANG
1.manaj. SD perairan 27.50
2.budidaya perairan 30.20
3.Tek. sipil 41.16
4.Tek. mesin 43.44
5.Tek. elektro 45.02
6.arsitektur 40.12
7.Tek. pengairan 27.91
8.FK 46.75
9.Agronomi 28.47
10.Holtikultura 28.47
11.Ilmu hama&peny. T. 27.33
12.Tek. Hasil pertanian 34.88
13.Bio 32.50
14.Fis 30.70
15.Kim 33.25
16.Mat 32.22
17.Ilmu tanah 28.16
18.Agrobisnis 33.17
19.Penyuluhan pertanian 32.50
20.Nutrisi ternak 28.61
21.Prod. Ternak 29.50
22.Sosek peternakan 27.44
23.Tek. Hasil peternakan 27.36
24.Pemanf. SD perikanan 28.69
25.Tek. Hasil perikanan 28.05
26.Sosek perikanan 29.25
27.Tek. pertanian 29.25
28.pemuliaan tanaman 27.88
29.statistika 35.16
30.perenc. Wil. & kota 40.98
32.t. industri pertanian 37.16
33.ilmu keperawatan 31.08 %
34.ilmu komputer 42.08 %
35.gizi kesehatan 32.45 %
UNIVERSITAS SYIAH KUALA – BANDA ACEH
1.Ek Pembangunan 23,33 %
2.Ek Manajemen 22,56 %
3.Ek Akuntansi 23,77 %
4.Kedokteran Hewan 24,33 %
5.Ilmu Hukum 21,43 %
6.Teknik Sipil 28,88 %
7.Teknik Mesin 26,52 %
8.Teknik Kimia 24,10 %
9.Arsitektur 29,13 %
10.Teknik Elektro 27,51 %
11.Agronomi 20,31 %
12.Ilmu Tanah 19,78 %
13.Sosial Ekonomi Pertanian 20,45 %
14.Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan 19,70 %
15.Produksi Ternak 18,89 %
16.Teknologi Hasil Pertanian 20,21 %
17.Teknik Pertanian 22,37 %
18.FK 39,78 %
19.FKG 33,30 %
20.Ilmu Keperawatan 27,89 %
21.Matematika 18,35 %
22.Fisika 17,80 %
23.Kimia 19,31 %
24.Biologi 18,90 %
25.Ilmu Kelautan 21,75 %
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU) – MEDAN
1.FK 43,55 %
2.Agronomi 23,90 %
3.Budidaya Hutan 23,12 %
4.Ilmu Hama dan Peny Tumbuhan 22,43 %
5.Ilmu Tanah 20,90 %
6.Manajemen Hutan 23,81 %
7.Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 21,62 %
8.Pemuliaan Tanaman 21,11 %
9.Produksi Ternak 20,78 %
10.Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis 23,31 %
11.Teknik Pertanian 24,63 %
12.Teknologi Hasil Hutan 22,73 %
13.Teknologi Hasil Pertanian 23,57 %
14.Teknik Sipil 28,18 %
15.Arsitektur 32,75 %
16.Teknik Elektro 33,70 %
17.Teknik Industri 35,12 %
18.Teknik Kimia 29,92 %
19.Teknik Mesin 28,10 %
20.Akuntansi 26,88 %
21.Ekonomi Pembangunan 25,31 %
22.Manajemen 25,00 %
23.Ilmu Kedokteran Gigi 37,56 %
24.Ilmu Komputer 38,20 %
25.Ilmu Administrasi Negara 26,62 %
26.Ilmu Kesejahteraan Sosial 24,58 %
27.Ilmu Komunikasi 29,74 %
28.Ilmu Politik 27,31 %
29.Sosiologi 25,55 %
30.Kesehatan Masyarakat 30,25 %
31.Farmasi 35,90 %
32.Psikologi 32,21 %
33.Ilmu Keperawatan 30,76 %

6+0000VENov382ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

passing grade UI pragram IPS

UNIVERSITAS INDONESIA

1. Ilmu hukum (74 soal betul) = 49%
2. Arkeologi (65 soal betul) = 43%
3. Ilmu sejarah (63 soal betul) = 42%
4. Ilmu komunikasi (87 soal betul) = 58%
5. Psikologi (83 soal betul) = 55%
6. Ilmu politik (75 soal betul) = 50%
7. Ilmu administrasi negara (74 soal betul) = 49%
8. Kriminologi (63 soal betul) = 42%
8. Akuntansi (92 soal betul) = 61%
9. Ilmu hubungan internasional (86 soal betul) = 57%
10 Ilmu ekonomi (86 soal betul) = 57%
11 Ilmu administrasi niaga (81 soal betul) = 54%
12 Sastra jepang (69 soal betul)= 46%
13. Sastra perancis (59 soal betul) = 35%
14. Sastra Inggris (72 soal betul) = 48%
15. Ilmu perpustakaan (62 soal betul)= 41%
16. Sastra Indonesia (57 soal betul)= 38%
17. Ilmu filsafat (59 soal betul) = 39%
18. Antropologi sosial (69 soal betul) = 46%
19. Ilmu kesejahteraan sosial (66 soal betul) = 44%
20. Manajemen (89 soal betul) = 59%

Jumlah betul total adalah 150. Persen(%) dihitung dari jumlah soal SPMB. Soal yg benar tersebut merupakan batas minimal kelulusan..

Posted in Tips and trick of the day

6+0000VENov372ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

PASSING GRADE F.Kedokteran

Duh, maaf bgt kalo gak lengkap ya PTN(perguruan tinggi negeri)nya.. This is only for you.. From JO..
Persen(%) dihitung dari 150 soal SPMB

1. Pendidikan dokter UI-Universitas Indonesia (60% soal benar = 90 soal)
2. Pendidikan dokter UGM-Universitas Gadjah Mada (61% soal benar= 92 soal)
3. Pendidikan dokter UNDIP-Universitas Diponegoro (55% soal benar= 83 soal)
4. Pendidikan dokter UNPAD-Universitas Padjadjaran (57% soal benar = 86 soal)
5. Pendidikan dokter UNAIR-Universitas Airlangga (57% soal benar= 86 soal)
6. Pendidikan dokter USM-Universitas Sebelas maret (49% soal benar= 74 soal)
7. Pendidikan dokter UJS-Universitas Jenderal Soedirman (48% soal benar= 72 soal)
8. Pendidikan dokter USU-Universitas Sumatera Utara (46% soal benar = 69 soal benar)
9. Pendidikan dokter UNSRI-Universitas Sriwijaya (41% soal benar =62 soal)
10. Pendidikan dokter UJ-Universitas Jember (45% soal benar= 68 soal)

6+0000VENov370ER 27,2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar